Palembang bukan kota untuk tergesa. Ia adalah kota yang harus dinikmati dengan langkah kaki — menyusuri gang-gang sempit di Kampung Arab, berhenti sejenak di depan rumah limas yang masih bertahan, mencium aroma pempek yang mengapung dari arah sungai.
Sungai Musi adalah nadinya. Setiap pagi, kapal-kapal kecil melintasinya membawa dagangan dan cerita. Jembatan Ampera berdiri megah, saksi bisu dari berabad-abad sejarah yang mengalir bersama airnya yang kecoklatan.
1 Komentar
Palembang memang kota yang luar biasa. Sungai Musi selalu berhasil memikat hati.
Tulis Komentar